Monday, 13 October 2014

KARAKTERISTIK PEMIMPIN


Beberapa karakteristik yang melekat dalam diri pemimpin antara lain:
1.    Tekun
ketekunan adalah ukuran sebenarnya dari keyakinan pada diri sendiri dan kemampuan kita untuk sukses.
2.    Fokus
Fokus adalah kecakapan penting yang mesti dimiliki seorang pemimpin.Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengesampingkan gangguan-gangguan yang tidak perlu, sehingga tetap berkonsentrasi pada prioritas dan pekerjaan yang sedang ditangani.
3.    Visioner
Pemimpin yang memiliki keterampilan memimpin yang baik tentu mempunyai visi-suatu gambaran yang jelas akan masa depan yang diinginkan.
4.    Katalisator Perubahan
Ia mampu menumbuhkan pemahaman dan kesadaran kepada banyak orang untuk meraih kemajuan.
5.      Inspirator
Inspirasi mengandung arti: mendorong untuk bertindak atau memotivasi, mempengaruhi atau menyentuh, membangkitkan energy, harapan, dan mendorong seseorang untuk aktif dan kreatif.
6.      Relijius 
      Sisi religius dalam kesuksesan seorang tidak dapat kita abaikan.Sejumlah pemimpin besar yang membuat pembedaan dalam sejarah, umumnya adalah manusia-manusia religius.

GAYA KEPEMIMPINAN

Setiap pemimpin bisa mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan tidak mesti suatu gaya kepemimpinan lebih baik atau lebih jelek dari pada gaya kepemimpinan yang ada dengan menggunakan dasar tertentu.
Berikut gaya kepemimpinan menurut Jeff Harris :
a. The Autocratic leader
Seorang pemimpin yang otokratik menganggap bahwa semua kewajiban untuk mengambil keputusan, untuk menjalankan tindakan, dan untuk mengarahkan, memberi motivasi dan pengawasan bawahan terpusat ditangannya.
b. The participative leader
Apabila seorang pemimpin menggunakan gaya partisipasi ia menjalankan kepemimpinannya dengan konsultasi. Ia tidak mendelegasikan wewenangnya untuk

TIPE KEPEMIMPINAN


Setiap pemimpin dalam memimpin suatu organisasi mempunyai tipe kepemimpinan tersendiri.

Tipe kepemimpinan
a. Tipe otokratis
Pimpinan yang mendasarkan diri pada perintah/ pemaksaan kehendak dan tidak mempertimbangkan keadaan bawahan.
b. Tipe suportif
Pimpinan yang mempunyai anggapan bahwa para bawahan ingin bekerja dan berkembang oleh karena itu atasan cukup memberi dorongan.
c. Tipe demokratik
Pimpinan yang berpendapat bahwa perencanaan pengambilan keputusan dan pengawasan diambil secara bersama-sama antara anggota organisasi.
d. Tipe birokrasi
Pimpinan yang mendasarkan diri bahwa bawahan harus dibina sesuai aturan sehingga dalam memimpin selalu melaksanakan aturan/ tidak fleksibel sehingga sulit dalam pengambilan keputusan.
e. Tipe Laissez-faire
Pemimpin yang memberikan kebebasan sepenuhnya pada kelompok atau individu dalam pengambilan keputusan. Dalam hal ini partisipasi pimpinan tidak langsung.

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kepemimpinan adalah

DAMPAK PERKEMBANGAN TIPE BUDAYA POLITIK SESUAI DENGAN SISTEM YANG BERLAKU


Dampak sistem politik secara umum
Dampak positif
  1. Warga negara dapat mempengaruhi pembutan suatu kebijakan.
  2. Muncul partisipasi politik dalam masyarakat
  3. Munculnya perluasan partisipasi politik
  4. Terbentuknya organisasi politik
  5. Munculnya kelompok kepentingan penekan dan LSM
Dampak negatif
  1. Munculnya kelompok kontemporer
  2. Adanya kebebasan politik yang terlalu bebas
  3. Jummlah partai politik yang terlalu banyak
  4. Terjadinya hubungan yang bersifat pation klein
  5. Sering terjadi pengambilan

FAKTOR PENYEBAB BERKEMBANGNYA BUDAYA POLITIK


1.   Bidang kehidupan:

·       Politik

Politik yang selalu berubah-ubah mempengaruhi perkembangan budaya politik

·       Ekonomi

Tingkat ekonomi rakyat juga berpengaruh terhadap berkembangnya budaya politik. Karena semakin tinggi tingkat ekonomi, maka rakyat akan semakin sejahtera. dan semakin sejahtera rakyat, maka semakin tinggi parisipasinya dalam politik.

·       Sosial Budaya

Sosial dan budaya dalam masyarakat akan berpengaruh pada perkembangan budaya politik yang ada. Karena sosial dan budaya sangat erat kaitanya dengan masyarakat. Sehingga, budaya politik akan menyesuaikan dengan keadaan sosial budaya yang sedang berlangsung dalam

Sunday, 12 October 2014

MACAM - MACAM BUDAYA POLITIK

Budaya politik militan adalah budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik.

Budaya politik toleransi adalah budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai.
Budaya politik dengan sikap mental absolut , yakni memiliki nilai – nilai dan kepercayaan yang dianggap selalu sempurna dan tidak dapat diubah lagi.
Budaya politik dengan sikap mental akomodatif, yakni terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga.
Budaya politik parokial, maksudnya  tingkat partisipasi politiknya sangat rendah.
Budaya politik kaula, maksudnya masyarakat bersangkutan dan sudah relatif maju.
Budaya politik partisipan, maksudnya budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang